207 ANAK JADI KORBAN PELECEHAN SEKSUAL SEPANJANG 2021

admin infopo

admin infopo

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin

Ponorogo, Senin (03/01/2022). Pada akhir tahun 2021 lalu publik digegerkan dengan adanya kasus pelecehan seksual yang dilakukan kepala yayasan di Jawa Barat. Tidak tanggung-tanggung, jumlah korbanya mencapai belasan anak dibawah umur.

Lebih mirisnya lagi, lebih dari setengah dari jumlah korban sudah hamil, bahkan ada yang sampai melahirkan. Tidak sampai disitu, bayi hasil dari tindakan bejat itu digunakan yayasan untuk mencari sumbangan. Sangat disayangkan, tempat yang seharusnya nyaman bagi anak untuk menimba ilmu malah menjadi trauma tersendiri bagi anak.

Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mengungkapkan, sepanjang 2021 terdapat 207 orang anak yang menjadi korban tindak kekerasan seksual di satuan pendidikan. Anak-anak yang menjadi korban tindak kekerasan seksual tersebut berusia mulai dari tiga tahun hingga 17 tahun. Total jumlah korban adalah 207 orang, dengan rincian 126 anak perempuan dan 71 anak laki-laki

Jumlah tersebut hanyalah laporan yang diterima dari pihak kepolisian serta kasus yang ramai diperbincangkan warganet. Bisa kita pastikan bahwa sebenarnya masih banyak kasus serupa yang masih belum terungkap hingga saat ini. 207 bukanlah angka yang kecil bagi kasus semacam ini, belum lagi ditambah kasus yang tidak terungkap.

Untuk persentase korban di usia pendidikan anak usia dini (PAUD) atau taman kanak-kanak (TK) ada di angka empat persen dari total kasus, di usia SD/MI 32 persen, di usia SMP/MTs 36 persen, dan usia SMA/MA 28 persen.

Modus yang pelaku gunakan saat beraksi sangat beragam. Beberapa di antaranya, yakni dengan mengiming-imingi korban mendapat nilai tinggi, jadi polwan, bermain game online di tablet pelaku. Lalu, ada pula pelaku yang minta dipijat oleh korban kemudian korban di raba-raba bagian intimnya saat memijat.

 

Pengumpulan data dilakukan pada 2 Januari-27 Desember 2021 melalui pemantauan kasus yang dilaporkan keluarga korban ke pihak kepolisan dan diberitakan oleh media massa. Selama 2021, hanya ada tiga bulan tidak muncul kasus kekerasan seksual di media massa ataupun yang di laporkan kepolisian, yaitu pada bulan Januari, Juli, dan Agustus.

Dengan banyaknya kasus pelecehan seksual yang terjadi, sudah semestinya semua pihak termasuk orang tua ikut andil dalam memberikan edukasi sejak dini. Karena bagaimanapun hal-hal semacam itu bisa dihindari jika orang tua dan anak memiliki komunikasi yang baik.

ANDA MUNGKIN JUGA SUKA

populer

– Advertisement –

ponorogo

Komentar

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments