Pakasa Gebang Tinatar mendukung Agar Reog Ponorogo diakui sebagai Warisan Tak Benda Unesco dengan mengirimkan 10 Grup Reog

oninoor18

oninoor18

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin

Pemerintah Kabupaten Ponorogo terus berupaya agar Reog Ponorogo masuk ke dalam daftar Warisan Budaya Tak Benda atau Intangible Cultural Heritage (ICH) UNESCO. Berbagai upaya telah dilakukan agar keinginan masyarakat Ponorogo khususnya dan para seniman Reog diseluruh Indonesia terwujud salah satunya adalah menggelar Orasi Reog Ponorogo yang sudah berlangsung sejak beberapa waktu lalu sampai hari terakhir (21/04/2022).

Sebagai bentuk kepedulian terhadap Kesenian Reog Ponorogo malam ini (21/04/2022) di Aloon-aloon Ponorogo Pakasa Gebang Tinatar Ponorogo menurukan 10 Grup Reog yang merupakan anggota dari Pakasa Punjer. Dengan mengusung Tema “Saraya Setya Rumeksa Reog Ponorogo” Pakasa Gebang Tinatar berharap agar keinginan lama masyarakat Ponorogo dan Para Pecinta Reog segera terwujud.

“Melalui Pagelaran Orasi Reog Ponorogo ini kami  anggota Pakasa di seluruh Indonesia mendukung penuh Reog Ponorogo didaftarkan dan ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda atau Intangible Cultural Heritage (ICH) UNESCO” ungkap KRT. Suro Agul-agul selaku Ketua Panitia Saraya Setya Rumeksa Reog Ponorogo Pakasa Gebang Tinatar Ponorogo. Lebih lanjut disampaikan bahwa acara malam ini (21/04/2022) juga di dukung oleh 10 Reog Perwakilan Kabupaten Cabang Pakasa Kraton Surakarta Hadiningrat, antara lain :
1. Pakasa Kab. Banjarnegara
2. Pakasa Kab. Kebumen
3. Pakasa Kab. Boyolali
4. Pakasa Kab. Wonogiri
5. Pakasa Kab. Sukoharjo
6. Pakasa Kab. Sragen
7. Pakasa Kab. Pacitan
8. Pakasa Kab. Trenggalek
9. Pakasa Kab. Klaten
10. Pakasa Kab. Purwodadi

Sementara itu Ketua/Pangarso Pakasa Gebang Tinatar KRRA MN Gendut Wreksonagoro menyampaikan bahwa ini adalah sebagian dari bentuk kepedulian kami untuk Reog Ponorogo di akui sebagai Warisan Tak Benda UNESCO, sebelumnya kami juga melakukan upaya dalam bentuk Doa Bersama dengan Paguyuban Juru Kunci se Ponorogo dan Anggota Pakasa di Makam Batoro Katong sebagai upaya mengetuk Hati Menteri Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Indonesia Nadiem Anwar Makarim agar menetapkan Reog Ponorogo sebagai usulan Warisan Tak Benda UNESCO.

Acara malam terakhir Orasi Reog Ponorogo dihadiri Bupati Ponorogo Kang Sugiri Sancoka dan Wakil Bupati Bunda Lisdyarita serta jajaran Forpimda Kabupaten Ponorogo, Jajaran SKPD, Perwakilan Reog dari 21 Kecamatan dan Masyarakat Ponorogo.

ANDA MUNGKIN JUGA SUKA

populer

– Advertisement –

ponorogo

Komentar

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments